Transistor
Sebagai Penguat
Salah satu fungsi
Transistor yang paling banyak digunakan di dunia Elektronika Analog adalah
sebagai penguat yaitu penguat arus,penguar tegangan, dan penguat daya. Fungsi
komponen semikonduktor ini dapat kita temukan pada rangkaian Pree-Amp Mic,
Pree-Amp Head, Mixer, Echo, Tone Control, Amplifier dan lain-lain.
Prinsip kerja
transistor pada contoh rangkaian di bawah adalah, arus kecil pada basis (B)
yang merupakan input dikuatkan beberapa kali setelah melalui Transistor. Arus
output yang telah dikuatkan tersebut diambil dari terminal Collector (C). Besar
kecilnya penguatan atau faktor pengali ditentukan oleh beberapa perhitungan
resistor yang dihubungkan pada setiap terminal transistor dan disesuaikan
dengan tipe dan karakteristik transistor. Signal yang diperkuat dapat berupa
arus DC (searah) dan arus AC (bolak-balik) tetapi maksimal tegangan output
tidak akan lebih dari tegangan sumber (Vcc) Transistor.
Rangkaian transistor sebagai penguat
Bentuk signal input dan output penguatan
Pada gambar pertama (Transistor
Sebagai Penguat), tegangan pada Basis (dalam mV) dikuatkan oleh Transistor
menjadi besar (dalam Volt). Perubahan besarnya tegangan output pada Collector
akan mengikuti perubahan tegangan input pada Basis. Pada gambar kedua dapat
terlihat perubahan dan bentuk gelombang antara input dan output yang telihat
melalui Osciloscope.
Berdasarkan cara pemasangan ground dan
pengambilan output, penguat transistor dibagi menjadi tiga bagian yaitu:
1. Common
Base
Penguat Common Base
digunakan sebagai penguat tegangan. Pada rangkaian ini Emitor merupakan input
dan Collector adalah output sedangkan Basis di-ground-kan/ ditanahkan.
Sifat-sifat Penguat Common Base:
o Isolasi
input dan output tinggi sehingga Feedback lebih kecil
o Cocok sebagai Pre-Amp karena mempunyai
impedansi input tinggi yang dapat menguatkan sinyal kecil
o Dapat
dipakai sebagai penguat frekuensi tinggi
o Dapat
dipakai sebagai buffer
2. Penguat Common Emitor
Penguat
Common Emitor digunakan sebagai penguat tegangan. Pada rangkaian ini Emitor
di-ground-kan/ ditanahkan, Input adalah Basis, dan output adalah Collector.
Sifat-sifat
Penguat Common Emitor:
o Signal output berbeda phasa 180
derajat
o Memungkinkan adanya osilasi akibat
feedback, untuk mencegahnya sering dipasang feedback negatif.
o Sering dipakai sebagai penguat audio
(frekuensi rendah)
o Stabilitas penguatan rendah karena
tergantung stabilitas suhu dan bias transistor
3. Penguat Common Collector
Penguat
Common Collector digunakan sebagai penguat arus. Rangkaian ini hampir sama
dengan Common Emitor tetapi outputnya diambil dari Emitor. Input dihubungkan ke
Basis dan output dihubungkan ke Emitor. Rangkaian ini disebut juga dengan
Emitor Follower (Pengikut Emitor) karena tegangan output hapir sama dengan
tegangan input.
Sifat-sifat
Penguat Common Collector:
o Signal output dan sigal input satu
phasa (tidak terbalik seperti Common Emitor)
o Penguatan tegangan kurang dari 1
(satu)
o Penguatan arus tinggi (sama dengan HFE
transistor)
o Impedansi input tinggi dan impedansi
output rendah sehingga cocok digunakan sebagai buffer


Tidak ada komentar:
Posting Komentar